1. Kuliah
merupakan segala sesuatu yang berkaitan dengan akademis dan kompetensi kita seperti bakat nasyid, bakat tilawah, bakat desain. Kuliah berbeda dengan saat sekolah, karena memiliki proporsi tugas mandiri yang lebih besar. Yang tugas mandiri ini sering dialokasikan untuk kegiatan lain. Dosen-dosennya pun tidak memberikan penjelasan materi satu persatu secara mendalam seperti saat sekolah. Jadi, saat ada tugas kuliah, maka bersiap – siaplah meluangkan waktu untuk membaca buku textbook. Textbook disini berbeda dengan catatan dari dosen, atau diktat dari dosen. Namun, buku bahasa inggris yang tebalnya bisa 500 halaman. Satu pertemuan kadang bisa membahas 1-2 bab selama 90 menit. Jika tidak dialokasikan waktu setelah kuliah, mustahil bisa mengerjakan tugas dengan sempurna. Apalagi jika sudah pada jenjang S2.
2. Tarbiyah
Rasulullah perbah bersabda, “Orang yang dikehendaki oleh Allah untuk mendapat kebaikan akan dipahamkan terhadap ilmu agama.” (HR. Bukhari-Muslim). Ilmu dunia, sejatinya bukan apa – apa jika tak mengenl ilmu agama karena ilmu agama adalah peta dan lentera perjalanan ini. Dari proses tarbiyah inilah kita bisa memahaminya. Jangan salah mengertikan Tarbiyah hanya sebuah pendidikan agama yang berupa materi Aqidah, Fiqih, Sejarah Islam dll. Namun, Tarbiyah lebih luas lagi, tarbiyah adalah sarana persaudaraan dan menyatukan hati setiap muslim, Tarbiyah adalah sarana mutaba’ah dan peningkatan amal ibadah serta ruhiyah jiwa. Tarbiyah juga berarti bagaimana beramal jama’i. Karena, seorang muslim yang sendirian, akan mudah diterkam oleh serigala – serigala buas. Seperti pada sebuah pendidikan, maka ada tugas – tugas yang mesti dilaksanakan, diantara banyak tugas yang terabaikan adalah tugas menghafal, menghafal Al-Qur’an.
3. Dakwah
Dakwah merupakan sebuah tombak agar agama ini tetap eksis dimuka bumi. Maka, tak heran jika dakwah memiliki keistimewaan tersendiri.
“Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui.” (Q.S. Al Maidah :54)
Beberapa Keutamaan Dakwah:
- Dakwah menjadi utama karena ia adalah muhimmatur rusul (tugas para nabi dan rasul).
- Dakwah menjadi utama karena ia adalah ahsanul a’mal (sebaik-baik amal).
- Dakwah menjadi utama karena dengan berdakwah seorang muslim meraih pahala yang teramat besar (al-hushul ‘alal ajri al-azhim).
- Dakwah menjadi utama karena dapat menyelamatkan da’i dari azab Allah swt dan pertanggungjawaban di akhirat.
- Dakwah menjadi utama karena ia adalah jalan menuju khairu ummah (terbentuknya umat yang terbaik).
Dakwah tak selalu berupa pengajian tradisional. Ada banyak alternatif dakwah pada zaman sekarang. Mulai dari segi pendidikan, budaya, ekonomi, sosial hingga politik. Seorang aktifis dakwah akan mendelegasikan totalitas hidupnya untuk dakwah. Dakwah juga memerlukan strategi agar keberadaannya dapat diterima, berkembang dan continue, tidak diam ditempat. Ini adalah jawaban dari pernyataan kedua saya mengapa aktifis dakwah adalah orang paling sabar. Karena, untuk strategi itu, dia harus mengabaikan keinginan pribadinya untuk keberhasilan dakwah. termasuk dalam hal menikah, dengan siapa dan kapan. Sanggupkah orang awam seperti itu?. Jika bercermin pada banyak berita anak muda kabur karena tidak mendapat restu dari orang tuanya, bisa dipastikan ini sangat berat. Hanya orang terpilih dan terbaik yang mampu demikian.
Dari ketiga pilar diatas, sebagai seorang mahasiswa yang dikaruniai otak dengan IQ rata-rata, akan cukup berat untuk melakukan semua itu tiga hal diatas. Membagi waktu antara tugas dakwah (menjadi panitia kegiatan mulai lokal sampai nasional), tugas tarbiyah (hafalan, amal yaumi dll), tugas kuliah (tugas akhir, seminar, paper, publikasi). Maka, saya berani berkata jika aktifis dakwah adalah paling sibuk di dunia.Namun, apakah itu mungkin? jawabannya adalah mungkin saja. Ulama – ulama zaman dahulu adalah bukti nyata. Ibnu Rusyd, Ibnu Sina dll.
Lantas bagaimana caranya? Sederhana saja. Kita tidak berbicara masalah manajemen waktu, fiqih prioritas atau trik – trik lain karena itu hanyalah teknis belaka. Yang terpenting adalah ruhiyah kita. Ruhiyah ini yang akan mendatangkan bantuan dari arah tak disangka – sangka. Yang akan menurunkan 3000 malaikat dari langit dan 5000 malaikat yang memakai tanda. Ruhiyah ini pula yang akan mendatangkan keberkahan. Percayalah, karena itu adalah janji Allah SWT. Pernah mendengar bagaimana pasukan muslim tak mampu menembus benteng pertahanan Romawi karena lupa menjalankan satu sunnah Rasulullah SAW yaitu bersiwak? Bagi kita adalah hal kecil dibandingkan dengan persiapan jumlah senjata, pasukan dan strategi perang. Nyatanya, justru semua itu masih terkalahkan oleh sebuah sunnah yang kita anggap sepele. Bagaimana seandainya yang ditinggalkan adalah sholat malam bahkan sholat wajib? lebih parah lagi tentunya. Masih ingatkah saat 300 tentara muslim muslim mampu mengalahkan 1000 tentara kafir?. Kemenangan itu lebih pada ruhiyah ummat muslim.
laiat ae kalo ada yang co2k ntar like klao dah dwonload
BalasHapus