DO'A DAN DZIKIR PILIHAN
] Indonesia [
تحفة الأخيار ببيان جملة نافعة مما ورد في الكتاب والسنة من الأدعية والأذكار
[ اللغة الأندونيسية ]
ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH BIN BAZ
عبدالعزيز بن عبدالله بن باز
Penerjemah : ABU IBRAHIM SUWITO
ترجمة: أبو إبراهيم سوويتو
Murajaah :
MUHAMMADUN ABD HAMID , MA
DR.MUH.MU’INUDINILLAH BASRI , MA
FIR'ADI NASRUDDIN ABDULLAH, LC
ERWANDI TARMIZI
Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah
المكتب التعاوني للدعوة وتوعية الجاليات بالربوة بمدينة الرياض
1428 – 2007
DAFTAR ISI
| Pengantar Penerjemah | 4 |
| Pendahuluan | 7 |
| 30 |
| 35 |
| 49 |
| 51 |
| 53 |
| 55 |
| 62 |
| 8. Do’a dan dzikir ketika melihat suatu negeri atau kembali dari negeri lain | 64 |
9. Do’a dan dzikir ketika Adzan dan sesudahnya | 66 |
| 10. Memberi salam, menjawab orang bersin dan do’a untuk orang sakit | 70 |
| Penutup Risalah | 74 |
P
PENGANTAR PENERJEMAH
Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah U yang telah memberikan inayah dan hidayah-Nya, sehingga terjemahan buku kecil ini dapat diselesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Buku kecil berjudul “Tuhfatul Akhyar bibayaani Jumlah Nafi’ah mimmaa warada fil kitab was sunnah minal ad’iyah wal adzkar“, ini berisi do’a-do’a dan dzikir-dzikir yang dituntunkan Rasulullah r melalui kehidupan beliau sehari-hari.
Dalam penyusunan buku ini penulis mengawali penyajiannya dengan penjelasan-penjelasan tentang pentingnya kedudukan dzikir dan do’a berdasarkan pernyataan ayat-ayat Al-Qur’an Al-Karim, hal ini menggugah kita ummat Islam untuk menyadari betapa pentingnya masalah ini.
Setiap muslim sadar bahwa upaya dan usaha yang dilakukan dalam kehidupan dunia ini tidak terlepas dari kehendak Allah U. Setiap muslim menyadari kelemahan dan ketidakmampuan dirinya dalam menentukan hasil dari usaha dan upaya yang dilakukan. Ia yakin bahwa keputusan hasil terakhir berada di tangan Allah U.
Di samping itu, tanpa sepengetahuan dan kesadaran dirinya manusia tidak terlepas dari godaan makhluk Allah yang lain, yakni godaan syetan, baik yang berupa jin atau manusia. Itulah sebabnya, maka manusia harus selalu berdo’a kepada Allah Yang Maha Kuasa agar di dalam usaha selalu mendapat petunjuk dan pertolongan-Nya serta dijauhkan dari segala bencana. Sesungguhnya Allah U Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Dalam usaha menyajikan terjemahan buku kecil ini ada beberapa catatan yang perlu saya sampaikan agar tidak menimbulkan tanda tanya bagi para pembaca, terutama yang mempunyai buku aslinya dalam bahasa arab. Semoga dapat memakluminya. Di antara yang mendapat catatan adalah sebagai berikut:
1. Judul buku ini sangat panjang dan bila diterjemahkan secara keseluruhan dalam bahasa Indonesia rasanya agak janggal. Oleh karena itu dalam terjemahan ini judul diperpendek namun tetap cukup mewakili pengertian isi yang terkandung di dalamnya.
2. Terjemahan ayat-ayat Al-Qur’an dalam buku ini sengaja saya ambil dari kitab terjemahan Al-Qur’an yang telah diakui keabsahannya oleh masyarakat luas, yakni “Al-Qur’an dan Terjemahan” yang diterbitkan oleh Departemen Agama RI .
3. Pada pasal terakhir buku asli, terdapat judul “Do’a mengunjungi orang sakit“, namun dalam naskah asli do’a-do’a tersebut tidak didapatkan. Untuk itu penerjemah memberanikan diri manambah isi pasal tersebut dengan do’a-do’a sesuai dengan judul pasal tersebut, berupa do’a-do’a yang diajarkan Rasulullah r. Semoga niat baik ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.
Segala kekurangan, kekeliruhan dan kealpaan dalam terjemahan ini, penerjemah mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca. Hanya kepada Allah U saya serahkan segala urusan.
7 Mei 1992 M
Penerjemah
Abu Ibrahim Suwito
PENDAHULUAN
Segala puji hanya milik Allah U, kita memuji-Nya, memohon inayah dan ampunan-Nya serta kita mohon perlindungan-Nya dari bahaya yang menimpa jiwa, dan keburukan amal kita. Siapa saja yang Allah beri petunjuk maka tidak ada yang dapat menyesatkannya dan siapa saja yang dikehendaki Allah kesesatan maka tiada orang yang mampu untuk memberikan petunjuk.
Kita bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Ilah yang layak disembah melainkan Allah semata dan tidak ada sekutu bagi-Nya, dan kita bersaksi bahwa Muhammad adalah seorang hamba dan rasul Allah. Semoga Allah U memberikan rahmat dan kesejahteraan atas beliau, keluarga, para sahabat, dan siapa saja yang mengikuti jejak mereka dalam kebajikan sampai hari kiamat.
Sesungguhnya sebaik-baik yang dilakukan dan diucapkan lisan seseorang adalah memperbanyak dzikir kepada Allah U, bertasbih, bertahmid kepada-Nya, membaca kitab-Nya, membaca salawat serta salam atas rasul-Nya Muhammad r serta memperbanyak do’a permohonan kepada Allah U atas segala kebaikan hidup beragama maupun keduniaan, memohon ampunan dengan penuh segala harapan disertai keimanan yang benar, ikhlas dan tulus.
Barangsiapa yang berdzikir dan berdo’a hendaknya agar selalu berusaha menghadirkan hatinya dengan mengingat keagungan, kekuasaan dan ke Maha Ilmuan Allah U atas segala sesuatu, sehingga hanya Allah U yang berhak di sembah.
Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah r, yang menerangkan tentang keutamaan-keutamaan dzikir dan do’a, kita ungkapkan sebagian kecil di sini, di antaranya:
Allah U berfirman:
â $pkr'¯»t tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#rÞè0ø$# ©!$# #Xø.Ï #[ÏVx. ÇÍÊÈ çnqßsÎm7yur Zouõ3ç/ ¸xϹr&ur ÇÍËÈ uqèd Ï%©!$# Ìj?|Áã öNä3øn=tæ ¼çmçGs3Í´¯»n=tBur /ä3y_Í÷ãÏ9 z`ÏiB ÏM»yJè=à9$# n<Î) ÍqY9$# 4 tb%2ur tûüÏZÏB÷sßJø9$$Î/ $VJÏmu á
“Hai orang-orang yang beriman berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohon ampunan untukmu) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan menuju cahaya (yang terang) dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman”. (QS. Al Ahzab: 41-43).
â þÏTrãä.ø$$sù öNä.öä.ør& (#rãà6ô©$#ur Í< wur Èbrãàÿõ3s? á
Tidak ada komentar:
Posting Komentar